Selasa, 14 April 2026

Pemeringkatan BUMDes dan BUMDesma Kecamatan Tanah Pinoh Barat Berjalan Lancar


 Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola dan kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma), telah dilaksanakan kegiatan pemeringkatan BUMDes dan BUMDesma di wilayah Kecamatan Tanah Pinoh Barat.

Kegiatan ini memfasilitasi sebanyak 10 unit usaha desa, yang terdiri dari 9 BUMDes desa dan 1 BUMDesma tingkat kecamatan Tanah Pinoh Barat. Seluruh rangkaian kegiatan pemeringkatan telah dijadwalkan dan dilaksanakan secara bertahap pada minggu-minggu di bulan April, hingga akhirnya seluruh proses fasilitasi dinyatakan selesai dilaksanakan dengan baik.

Pelaksanaan pemeringkatan ini mengacu pada sistem resmi yang disediakan melalui tautan berikut: https://bumdes.kemendesa.go.id/pemeringkatan/



Dalam prosesnya, direktur atau pengurus BUMDes dan BUMDesma berperan aktif sebagai pihak yang melakukan input data sesuai kondisi riil usaha masing-masing. Selanjutnya, data yang telah diinput diverifikasi oleh Pendamping Desa (PD) dan Koordinator Kecamatan (Korcam) guna memastikan keakuratan serta kesesuaian data dengan kondisi di lapangan.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya mendorong transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan kapasitas pengelolaan BUMDes dan BUMDesma. Dengan adanya pemeringkatan ini, diharapkan seluruh unit usaha desa di Kecamatan Tanah Pinoh Barat dapat terus berkembang, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat desa.




Ke depan, hasil pemeringkatan ini juga diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi pengelola BUMDes dan BUMDesma untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja usaha secara berkelanjutan.


Penulis : M. Marsalin (PLD)

Senin, 30 Maret 2026

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Harapan Jaya

Harapan Jaya – Pemerintah Desa Harapan Jaya menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2026 dengan penuh semangat partisipatif. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Harapan Jaya pada tanggal 3 Februari 2026, dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan kelompok perempuan, pemuda, serta unsur BPD.

Musrenbangdes kali ini menjadi momentum penting dalam menyusun arah pembangunan desa sesuai dengan Permendesa Nomor 16 Tahun 2025 yang menekankan pada fokus pembangunan berbasis prioritas nasional dan kebutuhan lokal.

Fokus Permendesa Nomor 16 Tahun 2025

Dalam forum musyawarah, Kepala Desa Harapan Jaya menegaskan bahwa arah pembangunan desa tahun 2026 akan berpedoman pada prioritas yang diatur dalam Permendesa, yaitu:

  • Penguatan ekonomi desa melalui pengembangan usaha mikro, BUMDes, dan sektor pertanian berkelanjutan.
  • Peningkatan kualitas SDM desa dengan fokus pada pendidikan, pelatihan keterampilan, dan kesehatan masyarakat.
  • Penguatan ketahanan sosial dan budaya melalui pemberdayaan kelompok rentan, pelestarian budaya lokal, serta penguatan kelembagaan desa.
  • Pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan dengan program penghijauan, pengelolaan sampah, dan adaptasi perubahan iklim.
  • Digitalisasi desa untuk mendukung transparansi, pelayanan publik, dan akses informasi.

Diskusi berlangsung dinamis, dengan masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan infrastruktur jalan desa, peningkatan layanan kesehatan, serta dukungan terhadap kelompok tani dan UMKM. Perwakilan pemuda menekankan pentingnya akses internet dan ruang kreatif, sementara kelompok perempuan menyoroti kebutuhan program kesehatan ibu dan anak. Perwakilan dari Pengurus Koperasi Desa Merah Putih meminta dukungan Penuh Kepada Pemerintah Desa untuk mensukseskan Program KDMP di Desa Harapan Jaya.


Berdasarkan hasil musyawarah, berikut rekomendasi yang disepakati:

  1. Ekonomi Desa
    • Penguatan BUMDes dengan unit usaha berbasis potensi lokal (pertanian, perikanan, dan kerajinan).
    • Dukungan Pendirian Unit Usaha dan Bangunan Koperasi Desa Merah Putih Desa Durian Jaya.
    • Program pendampingan UMKM dan koperasi desa.
  2. Pendidikan & SDM
    • Beasiswa untuk anak berprestasi dari keluarga kurang mampu.
    • Pelatihan digital literacy dan keterampilan kerja bagi pemuda.
  3. Kesehatan & Sosial
    • Peningkatan fasilitas Posyandu dan layanan kesehatan dasar.
    • Program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
  4. Lingkungan Hidup
    • Gerakan penghijauan desa dengan penanaman pohon produktif.
    • Sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat.
  5. Digitalisasi & Transparansi
  • Pembangunan pusat layanan digital desa.
  • Aplikasi informasi desa untuk mempermudah akses data pembangunan.

Musrenbang Desa Harapan Jaya Tahun 2026 menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dan pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan sesuai dengan arah kebijakan nasional. Dengan semangat gotong royong, Desa Harapan Jaya optimis mampu menjadi desa mandiri dan berdaya saing di masa depan.


Penulis : Ifan Alfian, S.T. | Pendamping Desa

Kamis, 19 Februari 2026

Cegah Stunting melalui Pemanfaatan Dana Desa

 


Pemanfaatan Dana Desa untuk mencegah stunting di tingkat desa sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak dan masyarakat desa. Berikut beberapa cara pemanfaatan Dana Desa untuk mencegah stunting:
- *Pendidikan Gizi dan Kesehatan*: Dana Desa dapat digunakan untuk menyelenggarakan pendidikan gizi dan kesehatan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak di bawah usia 5 tahun.
- *Peningkatan Akses Air Bersih dan Sanitasi*: Dana Desa dapat digunakan untuk meningkatkan akses air bersih dan sanitasi di desa, sehingga masyarakat dapat memiliki lingkungan yang bersih dan sehat.
- *Pemberian Makanan Tambahan*: Dana Desa dapat digunakan untuk memberikan makanan tambahan kepada anak-anak yang berisiko stunting, seperti anak-anak yang lahir dengan berat badan rendah.
- *Pengawasan Kesehatan Ibu dan Anak*: Dana Desa dapat digunakan untuk meningkatkan pengawasan kesehatan ibu dan anak, sehingga dapat mendeteksi dini masalah kesehatan yang dapat menyebabkan stunting.
- *Pembangunan Infrastruktur Kesehatan*: Dana Desa dapat digunakan untuk membangun infrastruktur kesehatan di desa, seperti posyandu, puskesmas, dan lain-lain.

*Contoh Program:*

- Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun
- Program Pendidikan Gizi dan Kesehatan untuk ibu hamil dan ibu menyusui
- Program Peningkatan Akses Air Bersih dan Sanitasi di desa
- Program Pengawasan Kesehatan Ibu dan Anak di desa

*Manfaat:*

- Meningkatkan kualitas hidup anak-anak dan masyarakat desa
- Mengurangi angka stunting di desa
- Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan
- Meningkatkan akses masyarakat ke layanan kesehatan yang berkualitas

Dengan memanfaatkan Dana Desa untuk mencegah stunting, desa dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.


Senin, 09 Februari 2026

Pelantikan Kepengurusan PMI Tanah Pinoh Barat

    Rabu, 4 Februari 2026 Kecamatan Tanah Pinoh Barat resmi melaksanakan pelantikan kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat kecamatan. Acara ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, Pemerintah Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Ketua PMI Kabupaten Melawi, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kepemudaan. Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa bakti kepengurusan baru yang diharapkan mampu memperkuat peran PMI dalam pelayanan kemanusiaan di wilayah setempat.

    Jalannya Acararan dimulai dengan Prosesi pelantikan dilakukan secara khidmat dengan pembacaan ikrar kepengurusan. Camat Tanah Pinoh Barat Bapak Sukamto, S.Sos. memberikan sambutan yang menekankan pentingnya sinergi antara PMI dan pemerintah kecamatan, 

Pembekalan Oleh Ketua PMI Kabupaten Melawi terkait peran strategis dalam mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan di tingkat lokal. Beberapa fungsi utama yang ditekankan dalam pelantikan ini antara lain:

  • Pelayanan Kesehatan dan Pertolongan Pertama: PMI menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan medis darurat, termasuk saat terjadi bencana.
  • Donor Darah: Mengkoordinasikan kegiatan donor darah untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit dan masyarakat.
  • Pendidikan dan Sosialisasi: Memberikan edukasi tentang kesehatan, kebersihan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.
  • Relawan Kemanusiaan: Menggerakkan masyarakat untuk terlibat aktif dalam aksi sosial, baik dalam kondisi darurat maupun kegiatan rutin.
  • Koordinasi Bencana: Menjadi mitra pemerintah dalam penanganan bencana alam, seperti banjir atau kebakaran hutan.

Dengan kepengurusan baru, PMI Kecamatan Tanah Pinoh Barat diharapkan semakin aktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Dukungan dari pemerintah, organisasi lokal, dan masyarakat luas akan menjadi kunci keberhasilan program-program kemanusiaan yang dijalankan sambung Ketua PMI Kabupaten Melawi. Kegiatan ditutup dengan penyematan PIN dan ucapan selamat dari Camat Tanah Pinoh Barat dan Ketua PMI dilanjutkan dengan Foto Bersama.

Penulis : Ifan Alfian, S.T | Pendamping Desa

Minggu, 08 Februari 2026

Mengawal Permendes PDT N0 16 Tahun 2025


 

Permendesa Nomor 16 Tahun 2025 lahir dari kebutuhan untuk memberikan arah kebijakan yang jelas, terukur, dan komprehensif terkait prioritas penggunaan Dana Desa pada tahun anggaran 2026. Regulasi ini hadir untuk memastikan dana desa tidak hanya menjadi instrumen administratif, tetapi juga strategis dalam menjawab isu-isu sosial-ekonomi desa seperti:

  • kemiskinan ekstrem,

  • ketahanan pangan,

  • penurunan stunting,

  • ketangguhan terhadap bencana,

  • penguatan ekonomi lokal, serta

  • transformasi digital desa.

Permendesa ini juga memperkuat prinsip akuntabilitas, transparansi, partisipasi masyarakat, dan tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik.





Penulis : Roni, S.Sos | Korcam Tanah Pinoh Barat

Selasa, 27 Januari 2026

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Desa Pelita Jaya


Kamis, 15 Januari 2026 telah dilakukan kegiatan Musyawarah Desa Khusus (MUSDESUS) untuk memverifikasi, memvalidasi, dan menetapkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Desa secara transparan dan akuntabel. Forum ini memastikan bantuan tepat sasaran kepada warga miskin ekstrem sesuai kriteria, serta melegalkan daftar penerima melalui Berita Acara untuk kemudian dituangkan didalam Peraturan Kepala Desa (Perkades) Tentang Keluarga Penerima Manfaat BLT Desa Tahun 2026.

Kegiatan Musyawarah diawali dengan penyampaian "Kegiatan ini merupakan forum permusyawaratan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa sebagai wujud pelaksanaan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan akuntabel. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendataan, verifikasi, dan penetapan calon KPM BLT Desa secara objektif dan berdasarkan kondisi riil masyarakat desa" terang Lista Selaku Ketua BPD Desa Pelita Jaya.


Setelah penetapan Keluarga Penerima Manfaat BLT Desa Tahun 2026 kegiatan dilanjutkan dengan Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Tahun 2026. Kasi. Kesejahteraan Kecamatan Tanah Pinoh Barat menyampaikan Kegiatan Musyawarah Desa ini yaitu Musyawarah Desa (Musdes) Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2026 merupakan forum permusyawaratan desa yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan desa yang partisipatif, transparan, dan akuntabel. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas, menyepakati, dan menetapkan arah kebijakan serta prioritas penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Beliau menambahkan agar dukungan kepada Koperasi Desa Merah Putih ini benar-benar harus dimanfaatkan dan dimaksimalkan, karena seyogyanya porsi Dana Pusat yang masuk ke Desa tidak berkurang sedikitpun, hanya beralih fokus pada dukungan pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih saja sesuai dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia tegas Rusmin Mulyaden, S.Sos.

Penyampaian Oleh Pendamping Desa terkait proses Pelaksanaan Musyawarh ini sesuai Pedoman didalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendesa PDTT) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dipaparkan terkait setiap tahapan dan jadwal yang telah ditentukan didalamnya serta sekaligus pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2025 Tentang Petunjuk Operasional Atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2026 poin-poin penting yang disampaikan yaitu : 
a. Penanganan kemiskinan ekstrem melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa
b. Penguatan desa berketahanan iklim dan tangguh bencana
c. Peningkatan promosi dan layanan dasar kesehatan skala desa
d. Dukungan Implementasi Koperasi Desa Merah putih
e. Dukungan program ketahanan pangan
f. Pengembangan potensi dan keunggulan desa
g. Pembangunan infrastruktur desa melalui Padat Karya Tunai Desa (PKTD)
h. Pembangunan infrastruktur digital dan teknologi desa

Larangan Penggunaan Dana Desa ditahun 2026 yaitu: 
  1. pembayaran honorarium kepala Desa, perangkat Desa, dan/atau anggota Badan Permusyawaratan  Desa; 
  2. Perjalanan dinas kepala Desa, perangkat Desa, dan/atau anggota Badan Permusyawaratan Desa  ke luar dari wilayah kabupaten/kota; 
  3. Pembayaran iuran jaminan sosial kesehatan dan/atau jaminan sosial ketenagakerjaan bagi kepala Desa, perangkat Desa, dan/atau anggota Badan Permusyawaratan Desa;
  4. Pembangunan kantor desa atau balai desa, kecuali untuk rehabilitasi atau perbaikan ringan  paling banyak Rp25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah);
  5. Menyelenggarakan bimbingan teknis bagi kepala Desa, perangkat Desa, dan/atau anggota Badan Permusyawaratan Desa;
  6. Menyelenggarakan bimbingan teknis dan/atau studi banding keluar wilayah kabupaten/kota;
  7. Membayar kewajiban yang harus dibayar pada tahun sebelumnya sebagaimana Surat Edaran Bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2025, Nomor SE-2/MK/08/2025, Nomor 100.3.2.3/9692/SJ/2025 tentang Penjelasan Tindak Lanjut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 108 Tahun 2025 tentang Pengalokasian Dana Desa Setiap Desa, Penggunaan, dan Penyaluran Dana Desa Tahun Anggaran 2025; dan
  8. Pemberian bantuan hukum bagi kepala Desa, perangkat Desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa, dan/atau warga Desa yang berperkara hukum melalui jalur pengadilan untuk kepentingan pribadi.


Kegiatan dilanjutkan dengan Diskusi dan Tanya Jawab dari setiap peserta Musyawarah, Beberapa perwakilan dari Kader Posyandu, Guru TK/PAUD serta dari seluruh Kepala Dusun yang ada di Desa Pelita Jaya. selain itu Ketua KDMP Pelita Jaya juga menyampaikan Progres dari penyusunan Proposal Analisa Usaha dan kemajuan pembuatan NIB untuk setiap gerai unit usaha.


Penulis : Ifan Alfian, S.T. | Pendamping Desa

Jumat, 23 Januari 2026

SUKA DUKA MENJADI TPP KECAMATAN TANAH PINOH BARAT KABUPATEN MELAWI ( 2017 - SEKARANG )


                         PROFIL SINGKAT KECAMATAN TANAH PINOH BARAT

Kecamatan Tanah Pinoh Barat terletak antara 041’ lintang selatan dan antara 11129’ hingga 1110 51’ bujur timur, memiliki wilayah administrasi seluas 815 Kmyang terbagi menjadi 10 Desa. Desa Durian Jaya Merupakan Desa Terluas di Kecamatan Tanah Pinoh Barat dengan Luas Sebesar 145 Km2 .yang mencapuk 17,76% Luas Kecamatan Tanah Pinoh Barat. Desa dengan Luas Terkecil di Kecamatan Tanah Pinoh Barat adalah desa Togan Baru dengan Luas sebesar 47,6 Km2 yang hanya mencakup 5,84% Luas Kecamatan Tanah Pinoh Barat. Secara administratif, batas wilayah Kecamatan Tanah Pinoh Barat adalah :

-          Utara    : Berbatasan dengan Kecamatan Belimbing

-          Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Tanah Pinoh dan Sokan

-          Timur   : Berbatasan dengan Kecamatan Tanah Pinoh

-          Barat    : Berbatasan dengan Kabupaten Ketapang

Desa Ganjang menjadi Desa yang teletak Paling Jauh dari Desa Ulak Muid yang merupakan Ibu Kota Kecamatan Tanah Pinoh Barat dengan jarak 46 Km.

Kecamatan Tanah Pinoh Barat terdiri dari 10 Desa, 45 Dusun dan 94 RT. Desa Ulak Muid merupakan Desa dengan Jumlah Dusun Terbanyak di Kecamatan Tanah Pinoh Barat sebanyak 7 Dusun Pada Tahun 2025. Semua desa di Kecamatan Tanah Pinoh Barat memiliki Kepala Desa selain dari Unsur Perangkat Desa Penyelenggara Pemerintahan di Kecamatan Tanah Pinoh Barat juga berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Melawi, PPPK dan Honor Daerah.



BIODATA 

TPP KECAMATAN TANAH PINOH BARAT

Kecamatan Tanah Pinoh Barat Memiliki 3 Orang Tenaga Pendamping Profesional yang terdiri dari :
1. Roni, S.SosJabatan Koordinator Kecamatan
2. Ifan Alfian, S.T. Pendamping Desa
3. Muhammad Marsalin Pendamping Lokal Desa.






















Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Tanah Pinoh Barat

  Senin, 17 Agustus 2026 – Kecamatan Tanah Pinoh Barat melaksanakan kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik In...